Senin, 01 Oktober 2012

HENTI JANTUNG

HENTI JANTUNG

A. Pengertian
            Henti jantung adalah penghentian tiba-tiba aktivitas pompa jantung efektif, mengakibatkan penghentian sirkulasi. Ada 2 tipe henti jantung, yaitu:
- Cardiac standstill (Asistole)
- Fibrilasi ventrikel

B. Tanda dan Gejala
1. Ketidaksadaran à sering terjadi sebagai kolaps yang tiba-tiba.
2. Tidak ada denyut nadi yang teraba à rasakan baik untuk denyut karotis/ femoral
3. Apnea/ gerakan nafas tidak efektif (henti nafas)
4. Pupil dilatasi/ setelah 40 detik paska kolaps, pupil dilatasi. Pupil dilatasi maksimal menandakan sudah terjadi 50% kerusakan otak irreversible.
5. Kulit keabuan/ putih/ sianosis (biru).
            Tanda-tanda di atas menunjukkan pasien mati secara klinis. Jika ventilasi dan sirkulasi tidak dimulai dalam waktu 3 menit, kematian biologis (kerusakan otak yang tidak dapat diperbaiki lagi) akan terjadi.

C. Etiologi
1. Infark miokard akut
            Karena fibrilasi ventrikel, cardiac standstill, aritmia lain, renjatan dan edema paru.
2. Emboli paru
            Karena penyumbatan aliran darah paru
3. Aneurisma disekans
            Karena kehilangan darah intravaskuler.
4. Hipoksia, asidosis
            Karena gagal jantung/ kegagalan paru berat, tenggelam, aspirasi, penyumbatan trakea, pneumothoraks, kelebihan dosis obat, kelainan susunan syaraf pusat.
5. Gagal ginjal
            Karena hiperkalemia
E. Penatalaksanaan
1. RJP (Resusitasi Jantung Paru)
            Adalah suatu tindakan darurat, sebagai usaha untuk mengembalikan keadaan henti nafas/ henti jantung atau (yang dikenal dengan istilah kematian klinis) ke fungsi optimal, guna mencegah kematian biologis.
a. kontraindikasi
            orang yang diketahui berpenyakit terminal dan yang telah secara klinis mati lebih dari 5 menit.
b. tahap-tahap resusitasi
            Resusitasi jantung paru pada dasarnya dibagi dalam 3 tahap dan pada setiap tahap dilakukan tindakan-tindakan pokok yang disusun menurut abjad:
1. Pertolongan dasar (basic life support)
- Airway control, yaitu membebaskan jalan nafas agar tetap terbuka dan bersih.
- Breathing support, yaitu mempertahankan ventilasi dan oksigenasi paru secara adekuat.
- Circulation support, yaitu mempertahankan sirkulasi darah dengan cara memijat jantung.
2. Pertolongan lanjut (advanced life support)
- Drug & fluid, yaitu pemberian obat-obat dan cairan
- Elektrocardiography, yaitu penentuan irama jantung
- Fibrillation treatment, yaitu mengatasi fibrilasi ventrikel
3. pertolongan jangka panjang (prolonged life support)
- Gauging, yaitu memantau dan mengevaluasi resusitasi jantung paru, pemeriksaan dan penentuan penyebab dasar serta penilaian dapat tidaknya penderita diselamatkan dan diteruskan pengobatannya.
- Human mentation, yaitu penentuan kerusakan otak dan resusitasi cerebral.
- Intensive care, yaitu perawatan intensif jangka panjang.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar